PARTAI BULAN BINTANG

 
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • default color
  • dark color
  • red color
Pencalonan Yusril Bangkitkan Semangat PBB
Sunday, 07 September 2008
YIM
YUSRIL - CAPRES 2009
PANGKALPINANG--MI: Yusril Ihza Mahendra yang diproyeksikan menjadi calon presiden (capres) dari Partai Bulan Bintang (PBB), akan membangkitkan semangat juang para kader partai tersebut untuk memenangkan Pemilu 2009.  "Mengusung Yusril menjadi capres berarti membangkitkan semangat juang kader PBB, karena perjuangan sudah memiliki landasan tujuannya yang jelas menghantarkan Yusril menjadi presiden," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza di Pangkalpinang, Jumat.

Yusron menilai kakaknya tersebut (Yusril-red) adalah seorang bintang film sekaligus tokoh nasional yang disegani di pentas politik nasional. Popularitasnya cukup tinggi yang bisa mengangkat perolehan suara PBB sekaligus layak bersaing dengan capres dari partai lain.
 
Gus Dur Janji Dukung Yusril di Pilpres 2009
Sunday, 07 September 2008
JAKARTA--MI: Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjanjikan dukungannya kepada Ketua Majelis Syura PBB Yusril Ihza Mahendra dalam Pilpres 2009. Hal itu disampaikan Gus Dur kepada wartawan seusai menerima kunjungan Yusril di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (6/9).  Dikatakan Gus Dur, apabila dia ternyata tidak bisa mencalonkan diri di pilpres 2009, tentunya dia harus memberikan dukungan kepada kandidat lainnya yang maju sebagai capres. "Saya harus mendukung (calon) yang lain dan yang paling dekat dengan saya adalah Yusril," ucap Gus Dur.
 

Forum Terbaru :::

1

TopikKontributorKategori
emo Re:MASIH ISLAMKAH PBB ???grandonkSyariat Islam
emo Re:UU PilpresgrandonkSyariat Islam
emo Re:AMROZI CS TELAH DIEKSEKUSIgrandonkSyariat Islam
emo AMROZI CS TELAH DIEKSEKUSIFARHANSyariat Islam
emo Re:Mungkinkah terjadi koalisi sesama partai Islam...?grandonkSyariat Islam

2

TopikKontributorKategoriTanggalHits
emo Re:ada apa sih antara PBB dan PKS?:DgrandonkSyariat Islam
emo UU PilpreselfizonanwarSyariat Islam
emo Re:Pak Yusril mohon Tertibkan Blog Pornonya YusronnopeSyariat Islam
emo Re:korupsi anggota dewanmedanpermaiSyariat Islam
emo Pak Yusril mohon Tertibkan Blog Pornonya YusronnopeSyariat Islam

Login Form






Lupa Kata-sandi?
Bukan Anggota, Silahkan? Registrasi

Galleria

Koleksi Stiker

PBB-INFO Polling

Menurut Anda, Apakah Indikasi Kemenangan PBB dan PKS di NTB?
 

Pengunjung

Terdapat 5 pengunjung sedang online

Satistik Online :::

Kemarin225
Bulan ini3803
Total53280

(C) Statistik

Hukuman Mati: Antara Bom Bali dan Balinine
Depok (arrahmah.com) - Senin 11 Agustus 2008, Stephen Smith, Menteri Luar Negeri Australia, menjumpai Menteri Luar Negeri Hasan Wirayudha di Jakarta. Salah satu tujuannya adalah melobi pemerintah Indonesia untuk memberikan pengampunan (clemency) terhadap tiga terpidana mati warga negara Australia yang tersangkut kasus Narkoba di Bali pada tahun  2005 yang terkenal dengan julukan The Bali Nine.

Uniknya dalam kesempatan yang sama Menlu Australia tersebut tidak membahas sama sekali perihal hukuman mati terhadap tiga terpidana mati bom Bali (Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas) yang kini tengah menanti eksekusi mati setelah pelbagai upaya hukum mentok.  Alias, pemerintah Australia seperti rela Amrozi cs harus dieksekusi mati.
 
2008: Bukan 100 Tahun Kebangkitan Nasional

Salah satu kelebihan Kaum Yahudi dibandingkan umat-umat lainnya adalah kebanggaan mereka terhadap perjalanan sejarah kaumnya sendiri.

 
Revolusi Hijau Kebablasan Versus Reformasi “Hijau” Berkelanjutan

Prahara ekonomi, sosial dan politik

Setiap zaman memang menemukan tantangannya sendiri, sebelum ini tepatnya dalam rentang tahun 1950 hingga 1960-an kita pernah mengalami sebuah fase kebangkrutan ekonomi tingkat tinggi, sampai – sampai muncullah fenomena “gunting syafrudin” yakni menggunting uang kertas menjadi dua dengan penyesuaian nilai untuk mengatasi devaluasi dan menekan inflasi, langkah brilliant Mr. Syafrudin Prawiranegara sebagai Menteri Keuangan (selanjutnya menjabat Gubernur Bank Indonesia pertama) kala itu menuai pujian dari dalam dan luar negeri namun badai krisis memang teramat dahsyat menerpa lantaran lemahnya fundamental ekonomi bangsa kita saat itu yang berimplikasi sosial dengan terjadinya kelangkaan minyak, lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat dan krisis pangan akut yang diperparah dengan carut marut tata kelola pemerintahan akibat memanasnya suhu politik sebelum akhirnya mencapai klimaknya pada akhir tahun 1965 dengan mengerasnya tiga tuntutan rakyat (TRITURA) yaitu Bubarkan PKI, Turunkan Harga dan Bersihkan kabinet (pemerintah) dari unsur – unsur PKI.

 
MENAKAR PERAN POLITIK UMAT ISLAM

Ketika kita bicarakan : “ Menakar Peran Politik Umat Islam ”, seolah-olah kita masuk pada satu pilihan kondisi yang –terlalu berani- melakukan proses pengkajian terhadap hal-hal yang sangat rentan melahirkan pertentangan pemahaman. Padahal berbicara Umat Islam secara otomatis kita sedang berbicara tentang diri kita sendiri, yang telah berbai’at di hadapan Allah untuk siap menjadi penerus perjuangan Rasulullah SAW dan siap berpegang teguh pada tali (agama) Allah serta berimplikasi pada satu sikap yang siap untuk tidak bercerai berai, sesuai dengan firman Allah SWT : Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai (QS. Ali Imran : 103 ).

 
Dari Civil Society Ke Civil Religion

Manusia adalah produk sejarah, lingkungan sosial, dan alam, bukan hanya produk adat istiadat nenek moyangnya. Pendapat Ibnu Khaldun yang dituangkan dalam karya besarnya "Al Muqaddimah" yang ditulisnya pada abad 13, relevan dalam menyoroti proses pendidikan di Indonesia. Perkembangan manusia tidak lepas dari kultur di mana dia berada. Kultur di sini bukan hanya me-refer pada kebudayaan sebatas suku atau etnis tertentu, melainkan menjadi suatu konstruksi kombinasi multi dimensi, yaitu latar belakang agama, suku/etnik, lingkungan sosial-budaya dan alam seseorang dalam seluruh proses kehidupannya. Maka proses integrasi berbagai kultur yang dimiliki dan dan terlibat dalam proses transformasi sosial, mencirikan proses multikulturalis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada umumnya, proses internalisasi nilai-nilai dan norma agama diterima, disepakati, didukung dan dikembangkan serta dijadikan pedoman oleh ummatnya dari berbagai kultur di dalam seluruh sendi kehidupannya. Oleh sebab itu, diasumsikan bahwa agama cukup dominan mewarnai proses multikulturalis dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Nilai-nilai agama mengalami proses interpretasi ke dalam diri aktor-aktor/agen, yang kemudian mereproduksi dalam perilaku. Bagaimana agama berperan dalam transformasi sosial dan implikasinya terhadap pembentukan perilaku masyarakat di Andalusia Spanyol, membawa pemikiran Ibnu Khaldun kepada konsep civil society yang unik dan berbeda dengan yang kita temui dalam perkembangan civil society selama ini, yang kemudian oleh beberapa kalangan diterjemahkan sebagai masyarakat madani.

 

Kirim Info ::>

Informasikan keberadaan website ini pada rekan/teman Anda

Perampingan Dapel Dan Kepentingan Partai Besar

Suhu politik menjelang Pemilu 2009 mulai terasa panas. Konsolidasi politik partai-partai politik semakin gencar dilakukan. ...

Wantimpres sangat Mendominasi SBY

PARTAI BULAN BINTANG (PBB) terbilang yang paling keras menentang hasil reshuffle kabibet kedua yang menggusur 4 kader...

MENJADI PEMBINA DAPIL YANG EFEKTIF

KAPPU sudah memetakan daerah pemilihan yang ideal bagi Partai Bulan Bintang, yang jumlahnya sekitar 70-80 Dapil untuk...

Tak Terbayang Jadi Menteri.

Ia tak pernah bermimpi menjadi menteri. Bahkan, saat dilantik pun dia masih bertanya-tanya. ''Apa iya aku jadi...

Berani Hidup dengan Syariat Islam

Muhammad Hussain Abdullah, dalam Dirasaatun fil Fikri al Islami, menguraikan maksud penerapan...

Dokumen RAND Corporation: Niat AS Hancurkan Islam
Suara-Islam Online–Pasca keruntuhan Uni Sovyet, Amerika mengarahkan bidikannya ke dunia Islam. Salah satu rencana AS...
Suap Menyuap dan Hukum Syara terhadapnya
Kasus dugaan suap yang menjerat anggota DPR Bulyan Royan diduga melibatkan sejumlah anggota DPR yang lain dan pejabat Departemen...
Penguasa yang Baik dan yang Buruk
"Sebaik-baik imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian serta yang kalian doakan dan...
Syariat is Solutions
PARTAI BULAN BINTANG